Potensi Urine Sebagai Pupuk Organik Cair (POC)
By : Wardan Sidiq, S.Pt.
Dewasa ini dunia pertanian dan peternakan banyak disematkan dengan istilah ”organik”. Limbah hasil ternak yang asalnya tidak terpakai dan terbuang sia-sia serta mencemari lingkungan. Kini juga ikut andil dalam pagelaran istilah organik tersebut. Limbah ternak yang berupa padat, cair dan gas semuanya kini mulai di manfaatkan oleh peternak baik skala kecil menengah sampai skala besar. Sehingga terciptalah istilah ”zero waste”.
Dengan adanya proses pengolahan, maka limbah hasil ternak dapat dkemas menjadi pupuk organik, yang memiliki keunggulan ganda selain bermanfaat bagi tumbuhan juga dapat memperbaiki unsur hara pada tanah yang tidak dimilki oleh pupuk kimia, sehingga kesuburan tanah bisa dijaga. Lebih lanjut melihat kondisi yang ada pada saat ini dimana melambungnya harga pupuk an-organic atau pupuk kimia pabrikan, maka limbah kandang merupakan satu peluang usaha tambahan yang memiliki nilai jual
Urine /kencing ternak sapi, kambing, domba kini mulai dimanfaatkan petani sebagai bahan organic untuk menyiram tanaman. Kunggulan penggunaan bio urine yaitu volume penggunaan lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman, serta dengan proses akan dapat ditingkatkan kandungan haranya (unsur Nitrogen). Hasil analisis terhadap proses pengayaan N menggunakan Azotobacter pada prosesing bio urine kambing menunjukkan terjadi peningkatan kandungan hara N dari 0,34% menjadi 0,89%.
Pertanian organik sedang berkembang dan memerlukan peningkatan pasokan pupuk organic diantaranya yang berpotensi dikembangan di Indonesia adalah pupuk organic padat (bio kultur) dan urine (bio urine).Oleh karenanya jika peternak bisa mengelola dan memanfaatkan limbah dari kencing sapi ini maka akan mendapatkan input dan keuntungan ganda dari peternakannya.
Peternak yang akan memanfaatkan urine menjadi bio-urine maka agar praktis dalam penampungannya diperlukan suatu saluran limbah yang dimodifikasi agar limbah padat sapi dan urine nya bias terpisah.
Khasiat pupuk organik cair dari limbah ternak ini, selain menyuburkan tanaman juga mampu menghalau hama. Sehingga tentunya berpotensi mempertebal keuntungan petani, karena biaya operasional perawatan tanaman menjadi lebih sedikit.
cara pembuatan pupuk cair dari limbah kambing mengutarakan perlakuan fermentasi yang dilakukan pada pembuatan pupuk cair mampu meningkatkan kandungan unsur-unsur hara. sebagai catatan pembuatan bio urine sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia, bahan yang diperlukan untuk membuat fermentasi pupuk cair bio urine dengan skala kecil adalah sebagai berikut :
1. 1 (Satu) drum plastic urine dengan kapasitas 150 liter.
2.Tetes Tebu/Molasses 750 ml.
3. Empon-empon (Temulawak, Temuireng, Kunyit dll) 5kg.
4. Bacteri R Bacillus dan Azobacter sebagai starter fermenter 250 ml. Karena kesulitan serta tidak tahu belinya dimana bakteri tersebut, maka saya menggantinya dengan EM4 sebagai starter fermenter.
Bakteri EM4 dan Molases dilarutkan dalam air jernih sebanyak 10 liter kemudian dituangkan ke dalam drum urine, empon-empon dihancurkan dan dimasukan ke dalam drum. Setelah tercampur antara urine dan bahan-bahan tersebut kemudian urine diaduk sampai rata selama 15 menit, kemudian drum plastic ditutup rapat. Lakukan pengadukan setiap hari selama 15 menit dan kemudian drum ditutup rapat kembali selama tujuh hari.
Setelah tujuh hari urine dipompa dengan menggunakan pompa yang biasa digunakan pada aquarium dan dilewatkan melalui talang plastik dengan panjang 2m yang dibuat seperti tangga selama 3 jam, tujuan proses ini untuk penipisan atau menguapkan kandungan gas ammonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan dberi pupuk bio urine tersebut. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.
Untuk aplikasi pupuk cair ini bisa digunakan dengan cara disiramkan dan atau disemprotkan, kondisi tanah sebelum tanam diolah terlebih dahulu dengan menggunakan kotoran kambing. Berikut cara pemakaian bio urine:
1. Untuk tanaman semusim & rumput campur bio urine + air dengan perbandingan 1:2
King Grass : Pemakaian dengan disiramkan setiap setelah rumput diarit.
Jagung, Ubi, Singkong, Cabe dll : Pemakaian dengan disiramkan dan
disemprotkan 2 minggu sekali
2. Untuk tanaman industri dengan asumsi tanamannya baru ditanam dengan ketinggian
rata-rata 80 cm, campur bio urine + air dengan perbandingan 1:1.
Sengon(Albasia), Turi, Mahoni, Nangka, Gamal dll : Pemakaian dengan cara disiram
dan disemprotkan 2 minggu sekali.
3. Untuk bibit Karet dan Sawit (tanaman perkebunan ) camur bio urine + air dengan
perbandingan 1:1, disemprotkan 2 minggu sekali
Minggu, 18 Juli 2010
Potensi Urine Sebagai Pupuk Organik Cair (POC)
Sabtu, 17 Juli 2010
Kunci Sukses Mengawali Bisnis
sukses bisnis Dalam membangun usaha ada 2 Konsekwuensi yang harus dihadapi UTUNG atau RUGI . Yang terpenting adalah langkah bagaimana caranya memperkecil potensi kerugian . Menurut Wulan Ayodya , pengelola lembaga pelatihan kewirausahaan UKMKU , Jakarta . Ada beberapa langkah untuk memperkecil potensi kerugian sebelum memulai usaha kecil menengah :
1. PENETUAN JENIS USAHA
Pilih jenis usaha yang didasarkan pada hoby atau kesenangan , kalau mengalami kendala kalo sudah hoby ya biasanya lebih tekun karena dasarnya cinta / senang. Selain itu perlu didukung ilmu dan keahlian . Berwirausaha ibarat main game , Uang adalah : SKOR , yang penting kemahiran bermain . Semakin mahir ..ya SKOR akan makin tinggi .
2. BUAT PERENCANAAN
Biasanya konsep usaha yang tidak jelas berdampak pada pembengkakan atau pemborosan . Rencana ini mencakup : pilihan produk / jasa yang akan dijual, lokasi usaha dan apa saja kebutuhannya . Tentukan modal dan mangement keuangannya . Jadi harus mengetahui alur produksi usaha tersebut .
3. LAKUKAN SURVEY
Survey bertujuan untuk mendapat kebutuhan usaha yang paling tepat , murah dan effisien . Yang perlu di survey antara lain : lokasi usaha , segment pasarnya , dan pesaing usaha .
4. BELANJA SESUAI RENCANA
Gunakan pedoman sesuai dengan rencana modal . Jangan beli peralatan yang mahal diawal , hal ini untuk membentuk podasi keuangan yang kuat dulu di tujuan awal bisnis . Sehingga resiko rugi besar juga bisa di tekan .
5. PERHATIKAN “4 P”
Apa itu 4 P : Product , Price , Place dan Promotion . Untuk product upayakan yang unik , aneh dan orang tertarik dan membeli product tersebut . Product harus berkualitas dan harga bersaing .
Ingat jangan latah meniru atau ikut – ikutan usaha orang lain yg sudah jalan / sukses , semua orang banyak berorientasi pada uang tanpa memikirkan kecintaan , keahlian dan pengalaman . Orang hanya berfikir SKOR , tidak memikirkan keahlian bermainnya . Jadi hindari jenis usaha yang sudah banyak di ambil orang sehingga potensi kegagalannya kecil .
refferensi :
majalah idebisnis
1. PENETUAN JENIS USAHA
Pilih jenis usaha yang didasarkan pada hoby atau kesenangan , kalau mengalami kendala kalo sudah hoby ya biasanya lebih tekun karena dasarnya cinta / senang. Selain itu perlu didukung ilmu dan keahlian . Berwirausaha ibarat main game , Uang adalah : SKOR , yang penting kemahiran bermain . Semakin mahir ..ya SKOR akan makin tinggi .
2. BUAT PERENCANAAN
Biasanya konsep usaha yang tidak jelas berdampak pada pembengkakan atau pemborosan . Rencana ini mencakup : pilihan produk / jasa yang akan dijual, lokasi usaha dan apa saja kebutuhannya . Tentukan modal dan mangement keuangannya . Jadi harus mengetahui alur produksi usaha tersebut .
3. LAKUKAN SURVEY
Survey bertujuan untuk mendapat kebutuhan usaha yang paling tepat , murah dan effisien . Yang perlu di survey antara lain : lokasi usaha , segment pasarnya , dan pesaing usaha .
4. BELANJA SESUAI RENCANA
Gunakan pedoman sesuai dengan rencana modal . Jangan beli peralatan yang mahal diawal , hal ini untuk membentuk podasi keuangan yang kuat dulu di tujuan awal bisnis . Sehingga resiko rugi besar juga bisa di tekan .
5. PERHATIKAN “4 P”
Apa itu 4 P : Product , Price , Place dan Promotion . Untuk product upayakan yang unik , aneh dan orang tertarik dan membeli product tersebut . Product harus berkualitas dan harga bersaing .
Ingat jangan latah meniru atau ikut – ikutan usaha orang lain yg sudah jalan / sukses , semua orang banyak berorientasi pada uang tanpa memikirkan kecintaan , keahlian dan pengalaman . Orang hanya berfikir SKOR , tidak memikirkan keahlian bermainnya . Jadi hindari jenis usaha yang sudah banyak di ambil orang sehingga potensi kegagalannya kecil .
refferensi :
majalah idebisnis
etika Wirausaha
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.” (QS. Al-Maidah: 2)
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.” (HR.Imam Ahmad)
Rasul adalah seorang entrepreunership atau wirausahawan. Mulai usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun berdagang sebagai kafilah ke negeri Syiria dan pada usia 25 tahun Rasul menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda. Ini menunjukan bahwa Rasul merupakan seorang wirausahawan yang sukses.
Jiwa wirausaha harus benar-benar ditanamkan dari kecil, karena kalau tidak maka potensi apapun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsip dari wirausahawan adalah memanfaatkan segala macam benda menjadi bermanfaat. Tidak ada kegagalan dalam berusaha, yang gagal yaitu yang tidak pernah mencoba berusaha.
Gagal merupakan informasi menuju sukses, keuntungan bukan hanya untung untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Kredibilitas diri kita adalah modal utama dalam berwira usaha, dengan menahan diri untuk tidak menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Jual beli bukan hanya transaksi uang dan barang, tapi jual beli harus dijadikan amal soleh yaitu dengan niat dan cara yang benar.
Uang yang tidak barokah tidak akan dapat memberi ketenangan, walau sebanyak apapun akan tetap kekurangan dan akan membuat kita hina. Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapat fasilitas dan tidak hanya mendapatkan barang tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual.
Etika Berwirausaha
K.H. Abdullah Gymnastiar
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.” (HR.Imam Ahmad)
Rasul adalah seorang entrepreunership atau wirausahawan. Mulai usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun berdagang sebagai kafilah ke negeri Syiria dan pada usia 25 tahun Rasul menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda. Ini menunjukan bahwa Rasul merupakan seorang wirausahawan yang sukses.
Jiwa wirausaha harus benar-benar ditanamkan dari kecil, karena kalau tidak maka potensi apapun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsip dari wirausahawan adalah memanfaatkan segala macam benda menjadi bermanfaat. Tidak ada kegagalan dalam berusaha, yang gagal yaitu yang tidak pernah mencoba berusaha.
Gagal merupakan informasi menuju sukses, keuntungan bukan hanya untung untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Kredibilitas diri kita adalah modal utama dalam berwira usaha, dengan menahan diri untuk tidak menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Jual beli bukan hanya transaksi uang dan barang, tapi jual beli harus dijadikan amal soleh yaitu dengan niat dan cara yang benar.
Uang yang tidak barokah tidak akan dapat memberi ketenangan, walau sebanyak apapun akan tetap kekurangan dan akan membuat kita hina. Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapat fasilitas dan tidak hanya mendapatkan barang tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual.
Etika Berwirausaha
K.H. Abdullah Gymnastiar
Kamis, 15 Juli 2010
Tujuh Plasma Nutfah Kambing Lokal Indonesia
(naskah ini disalin sesuai aslinya untuk kemudahan navigasi)
(sumber : SINAR TANI Edisi 25 April - 1 Mei 2007)
Balai Penelitian Ternak Ciawi sudah memulai mengkarakterisasi kambing Kosta
(tahun 1995) dan Gembrong (tahun 1997) serta dilanjutkan oleh Loka Penelitian
Kambing Potong Sei Putih pada tahun 2000-2006 untuk penelitian/karakterisasi
kambing Marica (Sulawesi Selatan), kambing Muara (Kabupaten Tapanuli Utara-
Propinsi Sumatera Utara) dan kambing Samosir (Kabupaten Samosir- Propinsi
Sumatera Utara).
Sampai saat ini sudah 7 bangsa kambing yang sudah dikarakterisasi
karakteristik penotipenya, dan akan dilanjutkan untuk melaksanakan penelitian di
beberapa daerah lain lagi (seperti kambing Benggala- Propinsi Nusa Tenggara
Timur, Kambing Wetar- Propinsi Maluku).
Diperkirakan masih banyak lagi bangsa kambing lokal Indonesia yang belum
dapat dikarakterisasi dan sebagian mungkin sudah hampir punah atau jumlah
populasinya sudah mendekati punah padahal kita belum sempat mengekplorasi
potensi keragaman genetiknya untuk dimanfaatkan sebagai sumber peningkatan
mutu genetik kambing di Indonesia.
1. KAMBING MARICA
Kambing Marica yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah
satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk
kategori langka dan hampir punah (endargement). Daerah populasi kambing Marica
dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan
daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan.
Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah
agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah.
Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan
rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.
Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil
pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan
lincah dan agresif.
2. KAMBING SAMOSIR
Berdasarkan sejarahnya kambing ini dipelihara penduduk setempat secara
turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir,
Provinsi Sumatera Utara. Kambing Samosir pada mulanya digunakan untuk bahan
upacara persembahan pada acara keagamaan salah satu aliran kepercayaan
aninisme
(Parmalim) oleh penduduk setempat. Kambing yang dipersembahkan harus
yang berwama putih, maka secara alami penduduk setempat sudah selektif untuk
memelihara kambing mereka mengutamakan yang berwarna putih.
Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem lahan
kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat
sulit dan kering. Kondisi pulau Samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing
ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.
3. KAMBING MUARA
Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli
Utara di Propinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilannya kambing ini nampak
gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu
coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara
ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik.
Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik).
Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai
susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak
terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga
disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing
4 ekor.
4. KAMBING KOSTA
Lokasi penyebaran kambing Kosta ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten.
Kambing ini dilaporkan mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadangkadang
ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini diduga
terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing
impor).
Hasil pengamatan, ternyata sebaran warna dari kambing Kosta ini adalah coklat
tua sampai hitam. Dengan presentase terbanyak hitam (61 %), coklat tua (20%),
coklat muda (10,2%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%). Pola warna tubuh
umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang didominasi oleh warna putih.
5. KAMBING GEMBRONG
Asal kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama
di Kabupaten Karangasem. Ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang.
Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai
menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan,
sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.
Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%)
sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh
umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna
15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25.
Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih
20%.
6. KAMBING PERANAKAN ETTAWAH (ETTAWAH)
Peranakan Ettawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa
(asal India) dengan kambing Kacang, yang penampilannya mirip Ettawa tetapi lebih
kecil. Kambing PE tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).
Peranakan yang penampilannya mirip Kacang disebut Bligon atau Jawa randu, yang
merupakan tipe pedaging.
Ciri khas kambing PE antara lain; bentuk muka cembung melengkung dan dagu
berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berasal dari sudut
janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung
tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke
belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu
paha panjang dan tebal.
7. KAMBING KACANG
Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia juga didapati di Malaysia
dan Philipina. Kambing Kacang sangat cepat berkembang biak, pada umur 15-18
bulan sudah bisa menghasilkan keturunan.
Kambing ini cocok sebagai pengasil daging dan kulit dan bersifat prolifik,
sifatnya lincah, tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan
baik di berbagai lingkungan yang berbeda termasuk dalam kondisi pemeliharaan
yang sangat sederhana
PENUTUP
Dari tujuh bangsa ternak kambing lokal Indonesia yang telah dikarakterisasi
yang ternasuk kategori besar adalah kambing Peranakan Ettawa (PE) dan kambing
Muara, kambing kategori sedang adalah kambing Kosta, Gembrong dan kategori
kecil adalah kambing Kacang, kambing Samosir dan kambing Marica.
Untuk menghindari beberapa jenis/bangsa kambing lokal Indonesia yang
semakin habis atau punah maka sangat diharapkan partisipasi Pemerintah Daerah,
Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Universitas serta lembaga
lain untuk berupaya melakukan pelestarian dan eksplorasi potensi genetik Plasma
Nutfah Kambing lokal Indonesia.
(naskah ini disalin sesuai aslinya untuk kemudahan navigasi)
(sumber : SINAR TANI Edisi 25 April - 1 Mei 2007)
Balai Penelitian Ternak Ciawi sudah memulai mengkarakterisasi kambing Kosta
(tahun 1995) dan Gembrong (tahun 1997) serta dilanjutkan oleh Loka Penelitian
Kambing Potong Sei Putih pada tahun 2000-2006 untuk penelitian/karakterisasi
kambing Marica (Sulawesi Selatan), kambing Muara (Kabupaten Tapanuli Utara-
Propinsi Sumatera Utara) dan kambing Samosir (Kabupaten Samosir- Propinsi
Sumatera Utara).
Sampai saat ini sudah 7 bangsa kambing yang sudah dikarakterisasi
karakteristik penotipenya, dan akan dilanjutkan untuk melaksanakan penelitian di
beberapa daerah lain lagi (seperti kambing Benggala- Propinsi Nusa Tenggara
Timur, Kambing Wetar- Propinsi Maluku).
Diperkirakan masih banyak lagi bangsa kambing lokal Indonesia yang belum
dapat dikarakterisasi dan sebagian mungkin sudah hampir punah atau jumlah
populasinya sudah mendekati punah padahal kita belum sempat mengekplorasi
potensi keragaman genetiknya untuk dimanfaatkan sebagai sumber peningkatan
mutu genetik kambing di Indonesia.
1. KAMBING MARICA
Kambing Marica yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah
satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk
kategori langka dan hampir punah (endargement). Daerah populasi kambing Marica
dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan
daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan.
Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah
agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah.
Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan
rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.
Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil
pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan
lincah dan agresif.
2. KAMBING SAMOSIR
Berdasarkan sejarahnya kambing ini dipelihara penduduk setempat secara
turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir,
Provinsi Sumatera Utara. Kambing Samosir pada mulanya digunakan untuk bahan
upacara persembahan pada acara keagamaan salah satu aliran kepercayaan
aninisme
(Parmalim) oleh penduduk setempat. Kambing yang dipersembahkan harus
yang berwama putih, maka secara alami penduduk setempat sudah selektif untuk
memelihara kambing mereka mengutamakan yang berwarna putih.
Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem lahan
kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat
sulit dan kering. Kondisi pulau Samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing
ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.
3. KAMBING MUARA
Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli
Utara di Propinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilannya kambing ini nampak
gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu
coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara
ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik.
Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik).
Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai
susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak
terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga
disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing
4 ekor.
4. KAMBING KOSTA
Lokasi penyebaran kambing Kosta ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten.
Kambing ini dilaporkan mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadangkadang
ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini diduga
terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing
impor).
Hasil pengamatan, ternyata sebaran warna dari kambing Kosta ini adalah coklat
tua sampai hitam. Dengan presentase terbanyak hitam (61 %), coklat tua (20%),
coklat muda (10,2%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%). Pola warna tubuh
umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang didominasi oleh warna putih.
5. KAMBING GEMBRONG
Asal kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama
di Kabupaten Karangasem. Ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang.
Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai
menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan,
sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.
Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%)
sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh
umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna
15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25.
Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih
20%.
6. KAMBING PERANAKAN ETTAWAH (ETTAWAH)
Peranakan Ettawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa
(asal India) dengan kambing Kacang, yang penampilannya mirip Ettawa tetapi lebih
kecil. Kambing PE tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).
Peranakan yang penampilannya mirip Kacang disebut Bligon atau Jawa randu, yang
merupakan tipe pedaging.
Ciri khas kambing PE antara lain; bentuk muka cembung melengkung dan dagu
berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berasal dari sudut
janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung
tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke
belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu
paha panjang dan tebal.
7. KAMBING KACANG
Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia juga didapati di Malaysia
dan Philipina. Kambing Kacang sangat cepat berkembang biak, pada umur 15-18
bulan sudah bisa menghasilkan keturunan.
Kambing ini cocok sebagai pengasil daging dan kulit dan bersifat prolifik,
sifatnya lincah, tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan
baik di berbagai lingkungan yang berbeda termasuk dalam kondisi pemeliharaan
yang sangat sederhana
PENUTUP
Dari tujuh bangsa ternak kambing lokal Indonesia yang telah dikarakterisasi
yang ternasuk kategori besar adalah kambing Peranakan Ettawa (PE) dan kambing
Muara, kambing kategori sedang adalah kambing Kosta, Gembrong dan kategori
kecil adalah kambing Kacang, kambing Samosir dan kambing Marica.
Untuk menghindari beberapa jenis/bangsa kambing lokal Indonesia yang
semakin habis atau punah maka sangat diharapkan partisipasi Pemerintah Daerah,
Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Universitas serta lembaga
lain untuk berupaya melakukan pelestarian dan eksplorasi potensi genetik Plasma
Nutfah Kambing lokal Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)