Rabu, 27 Oktober 2010


Pelaku bisnis perunggasan di Sumatera Selatan tak akan kesulitan lagi dalam mencari segala informasi terkait dengan unggas. Pasalnya PT. Cheil Jedang Superfeed Indonesia baru saja mendirikan Cheil Jedang (CJ) Costumer Centre pusat informasi harga bahan baku pakan dan hasil produksi ternak unggas.

Pendirian CJ Costumer Centre ini merupakan bentuk kepuedulian PT Cheil Jedang Superfeed Indonesia dalam membangun bisnis perunggasan di Indonesia, khususnya di Palembang, Sumsel. Melalui CJ Costumer Centre ini diharapkan pelaku bisnis dapat mengetahui segala macam bentuk informasi mengenai perunggasan “ Kata Presiden Direktur PT Cheil Jedang Superfeed Mr. SB Lee.

Melalui Dept. Head Of Sales PT.Cheil Jedang Superfeed Indonesia Timbul Sihombing, di Palembang.

Menurut beliau, pusat informasi perunggasan yang berada di jalan raya Palembang betung km 17, Kota Palembang ini, merupakan yang pertama di Sumatera dan kedua di Indonesia setelah di Kota Makasar. Selain dapat mengetahui informasi harga bahan baku pakan maupun harga telur, dan harga daging ayam, pelaku bisnis perunggasan juga dapat mengetahui perkembangan teknologi perunggasan yang bias langsung diaplikasi kan secara umum pada lingklungan peternakan.

Karena letaknya yang cukup strategis dan representatif maka CJ Costumer Centre ini bisa digunakan oleh para peternak sebagai tempat diskusi dan memecahkan masalah terkait dengan permasalahan ternak yang dihadapi,

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya para peternak, manager farm, supervisor farm, dan operator kandang.

Di CJ Costumer Centre akanb diadakan pelatihan-pelatihan yang terprogram sesuai dengan kebutuhan para pelanggan.

Ketua asosiasi masyarakat peruggasan SumSel Ismaedi menambahkan CJ Costumer Centre ini merupakan pusat informasi, diskusi, maupun wadah bagi peternak untuk mengetahui segala macam informasi mengenai perunggasan.

Menurutnya informasi akurat mengenai perkembangan harga yang terkait dengan ramalan / trend mengenai jumlah pasokan dan permintaan hasil unggas tentunya sangat membantu para pelaku usaha perunggasan, untuk mengambil keputusan terbaik yang pada gilirannya memperkokoh fondasi usaha perunggasan Indonesia (Seputar Indonesia, 25 Oktober 2010).

Sabtu, 02 Oktober 2010

Cacing jantung di sekitar kita

Cacing jantung di sekitar kita
Hati-hati. . . . .



Pada tanggal 16 November 2005 di klinik dokter hewan praktek bersama Palembang ada laporan pasien mati mendadak dari seekor anjing Rotweiller tanpa diikuti gejala yang jelas dan bersifat akut. Dengan mengikuti prosedur pasien tersebut dilakukan otopsi dengan diagnosa akhir kematian disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah jantung sebelah kanan dan arteri pulmonalis dan didapatkan cacing jantung yang bergerombol dengan warna putih, bulat, langsing dan panjang antara 6 – 11 cm.

Keberadaan cacing jantung yang ditemukan pada anjing tersebut merupakan kekwatiran kita semua karena bagaimanapun cacing jantung bersifat zoonosis dan dapat menular kemanusia yang dikenal dengan nematoda zoonotik yaitu pada kasus human pulmonary dirofilariasis (HPD)(Frisby, 1997;Johnstone et al., 1997).

Cacing jantung menginfeksi inangnya dengan perantara gigitan vector nyamuk yang mengandung larva cacing setelah menghisap darah anjing terinfeksi. Jadi infeksi cacing jantung ditularkan secara langsung dari anjing ke anjing oleh nyamuk yang menghisap darah. Larva cacing jantung disebut mikrofilaria ikut peredaran darah dari anjing yang terinfeksi. Ketika ada nyamuk yang menghisap darah dari anjing itu, mikrofilaria ini juga ikut tercerna ditularkan keanjing lain yang kemudian diisap darahnya. Setelah masuk dalam aliran darah mikrofilaria bergerak dalam sirkulasi kealiran darah jantung , paru-paru dan pembuluh darah besar , disitu larva akhirnya berkembang menjadi cacing dewasa yang mulai menghasilkan mikrofilaria generasi berikutnya. Dalam inang yang baru dibutuhkan waktu 85 sampai 120 hari dari fase mikrofilaria sampai larva stadium 4 dan 5 dengan panjang 3.2 cm – 11 cm didalam jantung kanan dan arteri pulmonalis. Untuk menjadi cacing jantung yang sempurna membutuhkan waktu selama 5 – 8 bulan. Mikrofilaria pertama kali akan terlihat dalam peredaran darah perifer kira-kira 6 bulan setelah anjing terinfeksi.

Lebih dari 30 spesies nyamuk yang berbeda telah menunjukan kemampuan dalam pertumbuhan dan penyebaran dari cacing jantung ini. Jenis nyamuk yang mampu menularkan menularkan Dirofilaria immitis adalah Anopheles macullipennis Culek quinquefasciatus, Aedes aegypti, Armigeres subalbatus, Aedes sierrensis , Aedes triserria dan Aedes vexan

Tahap awal dari infeksi cacing jantung, seekor anjing akan menunjukan sedikit gejala, namun jumlah cacing ini kemudian dapat berkembang menjadi banyak dan dapat menyebabkan kerusakan pada pembungkus jantung dan menghalangi fungsi jantung dan fungsi paru-paru.

Anjing yang terinfeksi secara beransur-ansur akan kehilangan berat badan menjadi lesu dan mulai mudah lelah. Anjing ini akan mudah keserang bantuk yang sulit sembuh menjadi anemia dan perutnya biasanya terjadi oedema. Akhirnya anjing ini akan menderita kegagalan jantung sebelah kanan dan kolaps.

Bila anda pemilik dan penggemar anjing dan daerah anda sudah terjangkit penyakit jantung hendaknya anda harus hati-hati karena setiap saat anjing anda akan terancam akan serangan cacing jantung termasuk anda tentunya. Karena cacing jantung dapat menular kemanusia lewat perantara nyamuk. Kesimpulan yang sangat bijak adalah pemeriksakan darah anjing anda secara teratur, hal ini untuk memastikan terinfeksi tidaknya anjing anda tersebut. Diskusikan hal ini dengan dokter hewan untuk pengambilan langkah-langkah pengobatan berikutnya.

BIOGAS DARI KOTORAN SAPI
PENGGANTI GAS ELPIJI
YANG MUDAH MELEDAK.



Kabar Malam di TV ONE Senen tengah malam 13 Juli 2010 mengabarkan satu orang terkapar karena meledaknya kompor gas yang akan digunakan untuk masak didaerah Wonogiri Jawa Tengah. Salah satu gambaran akibat meledaknya tabung gas yang selama ini digalakkan pemerintah untuk mengganti minyak tanah yang digunakan untuk memasak sehari-hari warga Republik ini.
Sudah berapa ratus orang dan sudah berapa milyar kerugian yang diderita warga Republik tercinta ini sejak melaksanakan program pemerintah yang sangat mulia ini, apakah tidak ada solusi yang ramah dan menguntungkan?. Coba kita tengok bersama kebelakang bersama-sama.
Ada setitik kehidupan kalau kita mau menengok kebelakang. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diatas. Salah satunya adalah Biogas skala rumah tangga dengan menggunakan kotoran sapi. Hanya dengan menggunakan 5 sampai 10 ekor kotoran sapi dewasa kita akan menghasilkan gas selama 8 jam perhari yang mampu menghasilkan panas api yang tidak beda jauh dengan gas elpiji yang kita gunakan sehari-hari yang penuh resiko meledak itu.

Cara pembuatan biogas dari kotoran sapi


PRINSIP KERJA
 Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen ( anaerob )
 Antara lain dari : FESES (Kotoran sapi , kotoran kambing, kotoran ayam atau kotoran rumah tangga), Sisa-sisa TUMBUH2AN,,(dengan kandungan C organik yang cukup)
 Biogas adalah gas tidak berwarna mudah terbakar dengan nyala warna biru bersih
 Komposisi : 60 % CH4 ( Methana ), 38 % CO2 ( Karbondioksida ), 2 % H2S, H2, O2 dan N2
 Lima sampai sepuluh ekor sapi dewasa bisa menghasilkan 8 jam gas /hari yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga baik untuk masak atau untuk menyalakan lampu untuk daerah-daerah yang belum ada listrik (PLN)
 Pembuatannya sangat mudah dan sangat ekonomis dan sangat membantu untuk daerah-daerah pedesaan yang terpencil yang jauh dari akses lintrik PLN atau distribusi gas elpiji
 Pengisian digester dilakukan tiap hari sampai menghasilkan gas
 Komponen dari biogas terdiri dari bak digester, tabung digester, tabung penampungan, pipa untuk menyalurkan gas dan kompor atau lampu.



Drh. Langgeng Priyanto
Staf dosen jurusan peternakan
Universitas Sriwijaya
Email. langgengp@yahoo.com